 | |
Sembilan kilometer dari pusat kota Bandung
berdiri tegak gedung sekolah yang refresentatif dan strategis, yang pendiriannya
telah dirintis sejak tahun 1965. Pada mulanya SMA Ujungberung berstatus SMA
swasta yang menumpang di pesantren SindangSari Pimpinan Haji Ilyas (Alm).
Kemudian pindah ke SMP PGRI (sekarang SMP Negeri 1 Cileunyi) di jalan Cigending
Ujungberung.
Ketika timbul gerakan Tritura pada tahun 1965 dengan gerakan KAMI, KAPI,
YONZIPUR 9 PARA dapat menguasai tanah Hak Guna Usaha milik PT Tankesi di
Palupang, yang asalnya merupakan pabrik Tapioka. Dengan perjuangan dari para
pendiri dan Tokoh masyarakat, maka terbentuklah Panitia Pembangunan SMA N
Ujungberung. Biaya pembangunannya berasal dari masyarakat lewat pungutan dan
bantuan pemerintah. Pembangunan gedung diserahkan kepada CV Haruman.
Pada tanggal 14 Agustus 1965 SMA Ujungberung berstatus swasta, kemudian pada
tahun 1966 berubah menjadi kelas-kelas jauh SMA N 1 Bandung. Kemudian menurut SK
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 109/K.IV/1967 tertanggal 27 Agustus 1967
SMA Ujungberung resmi berstatus SMA Negeri Ujungberung yang berada diKabupaten
Bandung. Namun sejak tahun 1988 dengan adanya perluasan wilayah, maka SMA Negeri
Ujungberung berada di wilayah Kotamadya Bandung.
Para lulusan (Alumni) SMA N Ujungberung dari tahun ke tahun menunjukkan dinamika
kemajuan memacu prestasi dirinya berupa melanjutkan belajar ke Perguruan tinggi
negeri / swasta, menjadi peggawai Instansi Pemerintah / Swasta dan tidak sedikit
yang terjun pada dunia wiraswasta. Dalam kemajuan ekstra kurikuler baik yang
dilaksanakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah, insan akademis SMA N
Ujungberung selalu berperan serta, sehingga banyak yang dibanggakan hasilnya.
Setelah hampir 28 tahun, masih banyak harapan yang hendak dicapai SMA N 1
Ujungberung terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia
berkualitas yang selalu mengacu kepada tujuan Pendidikan Nasional dan
Instansional guna menghadapi Pembangunan jangka panjang tahap II
Pada tahun 1999 SMA Negeri 1 Ujungberung dipugar kembali dengan dana bantuan
dari OECF (Negara Jepang). Setelah beberapa kali penggantian nama dengan nama
terakhir SMU Negeri 24 Kodya Bandung, kini menjadi SMU Negeri 24 Kota Bandung.
|